Wajib Coba, 7 Manfaat Kacang Hitam yang Kaya Antioksidan

Wajib Coba, 7 Manfaat Kacang Hitam yang Kaya Antioksidan



Kacang hitam dikenal juga sebagai kacang penyu karena teksturnya yang keras seperti cangkang. Meski penampilannya mungkin tidak menggugah selera, namun kacang hitam kaya akan nutrisi yang menyehatkan.

Tak perlu diragukan lagi, kacang hitam memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi. Selain itu, terdapat pula vitamin dan mineral penting lain di dalamnya. Lantas, apa saja manfaat kacang hitam untuk kesehatan?

Nutrisi yang terkandung dalam kacang hitam
Kini, kacang hitam semakin populer sebagai superfood yang diminati oleh banyak orang. Menurut National Nutrient Diabetes, nutrisi yang terkandung dalam 1½ cangkir atau 86 gram kacang hitam antara lain:

114 kilokalori
7,62 gram protein
7,5 gram serat
0,46 gram lemak
20,39 gram karbohidrat
0,28 gram gula
23 mg kalsium
60 mg magnesium
1,81 mg zat besi
305 mg kalium
120 mg fosfor
0,96 mg zinc
1 mg sodium
0,434 mg niasin
0,21 mg tiamin
2,8 mg vitamin K
128 msg folat
Kacang hitam juga mengandung berbagai fitonutrien, seperti saponin, antosianin, kaempferol, dan quercetin yang memiliki sifat antioksidan. Sama halnya dengan kacang-kacangan yang lain, kacang hitam pun mengandung pati (karbohidrat kompleks) sebagai penyimpan energi yang dicerna oleh tubuh secara perlahan.

Manfaat kacang hitam untuk kesehatan
Dengan berbagai kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, mengonsumsi kacang hitam dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat kacang hitam untuk kesehatan, di antaranya:

1. Menjaga kesehatan tulang
Kalsium, zat besi, fosfor, magnesium, tembaga, zinc, dan mangan yang terkandung dalam kacang hitam berkontribusi dalam membangun dan mempertahankan struktur maupun kekuatan tulang. Tak hanya itu, zat besi dan zinc juga memainkan peran penting guna menjaga elastisitas tulang dan persendian. Kacang hitam memiliki kandungan phytates yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan tulang menyerap kalsium.

2. Menurunkan tekanan darah
Kacang hitam merupakan asupan rendah natrium serta mengandung cukup kalsium, kalium, dan magnesium yang telah terbukti menurunkan tekanan darah secara alami. Perlu Anda ketahui bahwa mempertahankan asupan natrium tetap rendah dapat menjaga tekanan darah pada kisaran yang normal. 

3. Memperlancar pencernaan
Kacang hitam baik untuk meredakan masalah pencernaan karena mengandung protein dan serat yang tinggi. Kedua nutrisi tersebut dapat membantu memperlancar pencernaan sehingga buang air besar menjadi lebih teratur dan mencegah terjadinya sembelit. Tak hanya itu, serat juga dapat memberi asupan pada bakteri baik di usus sehingga pencernaan menjadi lebih sehat.

4. Mengendalikan diabetes
Kacang hitam merupakan karbohidrat kompleks yang dapat membuat kenyang lebih lama sehingga dapat lebih menstabilkan gula darah. Para penderita diabetes pun tidak perlu khawatir akan merasa cepat lapar dan dapat mudah mengendalikan rasa lapar. 

5. Menjaga kesehatan jantung
Kandungan serat, kalium, folat, vitamin B6, dan fitonutrien yang terdapat dalam kacang hitam baik dalam menjaga kesehatan jantung. Serat dapat membantu menurunkan jumlah total kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Sementara, vitamin B6 dan folat mencegah penumpukan senyawa homosistein yang dapat merusak pembuluh darah menyebabkan masalah jantung. Di sisi lain, fitonutrien kacang hitam, yaitu quercetin dan saponin dapat membantu menurunkan lemak darah dan kolesterol darah yang bisa memicu penyakit jantung.

6. Mencegah kanker
Kacang hitam mengandung selenium yang memainkan peran penting dalam fungsi enzim hati dan membantu mendetoksifikasi beberapa senyawa penyebab kanker dalam tubuh. Selain itu, selenium juga dapat mencegah peradangan dan mengurangi tingkat pertumbuhan tumor.

Sementara, saponin yang terkandung di dalamnya mencegah sel kanker berkembang biak dan menyebar ke seluruh tubuh. Folat dalam kacang hitam juga berperan dalam perbaikan DNA sehingga dapat mencegah pembentukan sel kanker dari mutasi DNA.

7. Meningkatkan fungsi sistem saraf
Kacang hitam dapat meningkatkan fungsi sistem saraf dengan menyediakan asam amino dan molibdenum yang diperlukan. Folat dalam kacang ini juga memainkan peran penting dalam pengaturan asam amino yang dibutuhkan oleh sistem saraf. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan folat bisa menyebabkan peningkatan kadar homosistein yang dapat memicu penyakit neurodegeneratif.

Sebelum memasak kacang hitam, cuci dan rendamlah dulu dalam air selama 8-10 jam untuk mendapat rasa dan tekstur yang optimal. Metode ini juga dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memasaknya dan menghilangkan kandungan oligosakarida yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Sebagian orang yang mengonsumsi kacang hitam mungkin merasakan perutnya tidak nyaman atau kembung. Jika Anda merasakan hal tersebut, pertimbangkanlah lagi sebelum mengonsumsinya. Jangan sampai malah menyebabkan permasalahan pada kesehatan Anda.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Halaman
1 2 3